Diskusi Terkini: Cara Pemimpin Membentuk Budaya Perusahaan Yang Tepat

By | 23/06/2016

Meningkatkan keberhasilan organisasi melalui penyelarasan budaya menjadi fokus populer pekerjaan di tahun 1980-an. Edgar Schein, dalam bukunya Organizational Culture and Leadership, percaya bahwa pemimpin melalui percakapan sehari-hari mampu membentuk dan mengubah budaya. Budaya dibangun dalam kehidupan sosial dan pemimpin perlu mengikat norma-norma budaya agar sesuai dengan tujuan organisasi. Jika budaya saat ini tidak realistis, pemimpin harus menjadi katalis, atau jembatan, yang menciptakan pemahaman baru dan membantu karyawan menerapkan kebiasaan baru dan akhirnya meyakininya. Para pemimpin juga harus menentukan, memperjelas dan memperkuat pemahaman tentang tindakan dan keyakinan dalam membangun budaya yang diinginkan.
Dibawah ini adalah sejumlah pertanyaan yang dapat anda, para pemimpin, gunakan untuk menilai dan menyelaraskan proyek dan program kerja dalam rangka membentuk budaya yang diinginkan:

  • Apa unsur-unsur budaya yang diinginkan ada dalam organisasi anda? Bagaimana masing-masing unsur tersebut diterapkan dalam komunikasi dan tindakan di tempat kerja?
  • Bagaimana anda mengubah rencana manajerial dan cara berkirim pesan?
  • Bagaimana alat komunikasi anda mendukung karyawan menyampaikan tujuan kerja, perubahan kerja, dan hambatan yang mereka hadapi?
  • Apa yang bisa anda lakukan untuk memampukan karyawan melakukan percakapan yang transformatif dengan lebih baik?
  • Seberapa baik tampilan dan nuansa keseluruhan departemen di tempat kerja anda?
  • Perbaikan apa yang bisa anda ciptakan agar tempat kerja memiliki model kerja yang lebih baik sesuai dengan budaya organisasi yang diinginkan?
  • Apakah metrik yang anda gunakan pada departemen anda sudah mengikuti perkembangan jaman? Apakah metrik ini dapat menampilkan perubahan yang akan datang dan membantu tim anda mempersiapkan strategi baru dalam bekerja?
  • Apa yang bisa anda lakukan untuk tetap mengikuti trend and bersiap menangani perubahan?
  • Ada berapa macam diskusi perkembangan bisnis yang ada dalam organisasi anda?
  • Bagaimana anda menciptakan budaya pembelajaran yang melebihi kelas training reguler?

Selain itu adalah penting untuk mengenali beberapa perilaku destruktif yang dapat merusak budaya organisasi anda, terutama ketika perilaku ini ditemukan pada lebih dari satu manajer. Berikut adalah beberapa contoh spesifik percakapan dan perilaku yang tidak sesuai dengan karakteristik budaya tim manajemen yang sehat:

  • Ketika manajer mendepak dan mengeluh satu sama lain. Kebiasaan manajer berbicara buruk tentang rekan-rekan atau manajer karyawan yang lain sangat merusak budaya perusahaan. Ini juga merupakan tanda ketidakdewasaan manajerial.
  • Ketika manajer menghindar satu sama lain dan memblokir akses kerjasama antar manajer. Para karyawan tidak bodoh, mereka menangkap sinyal negatif yang tersirat dari penghindaran ini.
  • Ketika manajer malah bersaing (mementingkan posisi), bukannya berkolaborasi (mementingkan tujuan).
  • Ketika manajer menyatakan visi yang mengesankan tapi gagal untuk menerapkannya karena manajer sendiri tidak mempraktekannya, tidak memberi penilaian, dan tidak ada pembelajaran ulang untuk mengingatnya.

Para pemimpin dapat mengoptimalkan budaya organisasi melalui model kerja yang selaras dan mencontohkan perilaku yang sesuai dengan budaya yang diinginkan. Anda sebagai pemimpin tidak bisa mengharapkan karyawan lebih responsif terhadap perubahan ketimbang anda. Anda juga tidak bisa berharap karyawan lebih kolaboratif ketimbang anda dan jajaran pemimpin lainnya. Anda tidak bisa mengharapkan karyawan untuk menghargai pertumbuhan yang berkelanjutan jika mereka tidak melihat anda melakukan hal yang sama. Intinya semua kebiasaan yang anda dan jajaran pimpinan yang lain lakukan akan menjadi patokan atau percontohan dari model kerja itu sendiri. Ketika model kerja jajaran atas sudah selaras maka jajaran dibawahnya akan mengikuti. Manajemen tim yang sehat akan menghasilkan budaya perusahaan yang sehat.
Sumber: How Leaders Can Optimize Organizational Culture – MPIConsulting
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *