Bagaimana Cara Jadi Agen Properti di Indonesia? Ini Dia Syarat dan Tugasnya

By | 28/12/2016

Kategori kerja properti melibatkan perencanaan, desain dan konstruksi, jual beli, pengembangan/development dan pengelolaan properti. Didunia properti, pengembang atau dalam bahasa Inggris disebut developer memegang peranan penting adalah untuk melakukan perbaikan pada properti, seperti bangunan, tanah dan gudang, dengan tujuan meningkatkan nilai mereka. Karena industri properti dan real estate begitu luas, pengembang properti diharapkan untuk mengkhususkan diri di area tertentu, seperti properti ritel, properti kantor-kantor komersial, tanah, properti perumahan untuk tempat tinggal, properti perumahan elit, properti hotel atau vila atau properti yang berhubungan dengan kegiatan industrial.
Pengembang, seperti yang sudah dijelaskan membutuhkan seorang eksekutif profesional untuk memesarkan properti mereka. Untuk selanjutnya dalam artikel ini anda akan lebih mengenal lebih dalam profesi agen properti. Bila merajuk pada pengertian agen properti sendiri, secara hukum Indonesia sudah menyatakan arti yang jelas untuk job deskripsi profesi ini. Berdasarkan Pasal 1 (3) Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 33/M-DAG/PER/8/2008 Tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (“Permendag No 33/2008”) adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang properti yang dibuktikan dengan sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi. Broker properti di dalam melakukan pekerjaannya dapat bekerja sendiri atau dibawah naungan perusahaan perantara perdagangan properti.
Sebagai seorang pemasar atau penjual properti atau negosiator, anda akan bekerja untuk sebuah agen real estate mengandalkan kemampuan negosiasi yang hebat. Seorang agen properti nantinya akan memberikan bimbingan dan membantu proses jual beli agar properti dapat terjual di harga yang tepat dengan persyaratan terbaik. Agen properti juga harus mampu menganalisa kebutuhan dan kemampuan keuangan klien untuk mengusulkan solusi yang sesuai dengan mereka. Mampu memberikan informasi detail mengenai kondisi pasar, harga, hipotek, persyaratan hukum dan hal-hal terkait lainnya. Tak hanya menganalisa kebutuhan klien namun juga melakukan analisis pasar komparatif untuk memperkirakan nilai properti. Setelah menemui kata sepakat dengan klien, agen properti menyiapkan dokumen yang diperlukan. Agen properti juga bertanggung jawab dalam mengelola lelang properti, memelihara dan memperbarui daftar properti yang tersedia, bekerja sama dengan penilai, perusahaan escrow, pemberi pinjaman dan inspektur rumah, mengembangkan jaringan dan bekerja sama dengan pengacara, pemberi pinjaman hipotek dan kontraktor, mempromosikan penjualan melalui iklan, serta terus mengikuti perkembangan pasar properti atau pasar real estate.
Untuk menjadi seorang agen properti, kualifikasi dan syarat yang dibutuhkan antara lain pengalaman kerja sebagai agen real estate atau penjual real estate atau properti lainnya, memiliki track record penjualan yang sukses, mampu untuk bekerja secara independen atau tim, memiliki skill penjualan yang kuat, negosiasi dan kemampuan komunikasi, menyenangkan dan dapat dipercaya, menguasai  MS Office, menguasai dokumen properti dan pengetahuan tentang pinjaman uang, transaksi serta lisensi properti.
Profesi agen properti sangat dekat dengan istilah komisi, bonus atau rewards. Ya, karena dunia properti di Indonesia terus berkembang. Kondisi ini didukung oleh komposisi demografi Indonesia. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak (ditahun 2015 kira-kira ada 250 juta penduduk) dan terus bertambang berkalilipat diwaktu mendatang. Jumlah penduduk yang besar ini diisi oleh 50% penduduk berumur di bawah 30 tahun, mengartikan bahwa banyak penduduk Indonesia yang diprediksikan akan membeli properti pertama mereka dalam jangka waktu dekat dan menengah.
Masih berbicara tentang komisi, perusahaan perantara perdagangan properti mendapat komisi yang ditetapkan berdasarkan Pasal 10 (2) Permendag No 33/2008 yaitu paling sedikit 2 % dari nilai transaksi. Jadi seorang agen proeprti yang bernaung dibawah perusahaan perantara perdagangan properti melalui jasanya dapat mendapatkan keuntungan sebesar yang sudah ditetapkan untuk perusahaan.
Di Indonesia, agar agen atau broker properti bekerja secara profesional, maka ada sertifikat/lisensi dan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4) yang mendukung kinerja agen properti. Hal ini akan berujung pada kepuasan pelayanan yang diberikan agen properti itu sendiri. Dengan begitu sektor agen atau broker properti pun akan terus berkembang. Selain sertifikat SIU-P4, kini agen atau broker propertipun  juga disarankan bersertifikat/berlisensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti Indonesia (BPI). Hal itu tertuang dalam aturan PERMENDAG No.105/M-DAG/PER/12/2015 tentang pemberlakukan Standar  Kompetensi Kerja Nasional Indonesia kategori real estat golongan pokok real estat bidang perantara perdagangan properti. Melalui sertifikasi atau lisensi para agen atau brokerj properti dianggap sudah memiliki kemampuan menjalankan pekerjaannya.
Bekerja di profesi ini, bila ditekuni akan berlanjut pada jenjang yang lebih tinggu yaitu agen senior properti sampai manajer pemasaran properti yang membawahi beberapa agen freelance atau agen dibawah kontrak kerja waktu tertentu. Diambil dari Indonesia Employment Outlook and Salary Guide 2016 oleh Kelly Service, gaji seorang Marketing General Manager di sektor ini dengan jenjang pendidikan S1 dan pengalaman diatas sepuluh tahun maka gajinya akan mencapai angka minimum  40.000.000 dan maksimum 70.000.000. Sedangkan untuk Marketing Manager dengan pendidikan minimal S1 dan pengalaman diatas sepuluh tahun maka gajinya adalah sebesar 22.000.000 hingga 35.000.000. Maka sangat menguntungkan bila mulai meniti karir disektor ini sedini mungkin sebab pengalaman, jam terbang, sertifikasi dan membangun relasi membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *