Job Deskripsi, Jenjang Karir dan Kualifikasi Profesi Kerja Claim Analyst

By | 05/01/2017

Selama tahun-tahun terakhir ini, sektor asuransi di Indonesia terus berkembang dengan menunjukkan angka kemajuan yang cukup baik. Perusahaan asuransi memberikan performa yang baik untuk meraih pertumbuhan di dalam usaha yang mereka jalankan, yang mana semakin hari masyarakat semakin sadar akan pentingnya asuransi dan mulai menggunakan layanan ini dalam kehidupan mereka. Profesi di sektor inipun beragam, mulai dari aktuaria, administrasi, petugas klaim, penilai atau adjuster, pelayanan pelanggan atau customer service, penagihan, pemasaran,  manajemen resiko, underwriting, konsultan, dan analis. Namun dalam artikel ini, akan lebih fokus pada profesi petugas klaim yaitu Claim Analyst.
Claim Analyst bertanggung jawab untuk berbagai tugas, termasuk meninjau dan menganalisa klaim dan biaya, pengolahan klaim baru dan menyelesaikan yang lama, dan bertindak sebagai penghubung antara perusahaan, pengacara, broker asuransi, operator dan kantor. Claim Analyst juga bertugas mempersiapkan dan mengajukan dokumen hukum, mengelola katalog file untuk penyimpanan, penanganan masalah pribadi untuk CEO perusahaan mereka, dan mengawasi karyawan.
Berikut ini lebih detail mengenai job deskripsi atau tugas dan tanggungjawab seorang Claim Analyst:

  • Memonitor proses analisa klaim untuk memastikan hal tersebut dilakukan secara akurat dan tepat bersama dengan pengolahan klaim berdasarkan standar operasional yang telah ditetapkan perusahaan.
  • Memberi ulasan dan analisa kerugian klaim.
  • Memverifikasi dan memperbarui informasi pada klaim yang diajukan.
  • Berkoordinasi dengan Rumah Sakit / Klinik / Dokter yang merawat pengadu klaim atau klien yang mengajukan klaim untuk memberikan informasi berkaitan dengan kondisi medis klien.
  • Menghubungi Rumah Sakit / Klinik dan Apotik, terutama yang berkaitan resmi dengan rincian penerimaan dan penagihan biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit / klinik / apotek sehingga proses klaim dapat berjalan lancar dan pembayaran dilakukan dengan tepat.
  • Memproses klaim berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Perusahaan.
  • Berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim servis untuk memecahkan masalah klaim atau berkomunikasi langsung dengan klien.
  • Memantau proses klain yang tertunda dan klaim yang ditolak beserta alasannya.

Kualifikasi dan persyaratan pendidikan minimal untuk posisi ini kandidat harus menempuh jenjang pendidikan Diploma atau Sarjana berbagai jurusan. Namun jurusan Keperawatan, Farmasi / Farmakologi, Kesehatan Masyarakat atau setara lebih disukai. Kandidat juga disyaratkan untuk memiliki pengalaman dari latar belakang medis, Claim Analyst dan terampil berkomunikasi. Kandidat juga lebih diminati apabila memiliki pengalaman dibidang penanganan klaim dan administrasi pendukung klaim. Calon Claim Analyst diharuskan lancar berbahasa Inggris baik secara lisan maupun secara tertulis. Menguasai komputer minimal Microsoft Office (MS. Word, MS. Excel, Power point). Mampu bekerja secara independen serta dalam tim. Mampu berpikir dengan analythical kuat dan memperhatikan detail, menjaga kerahasiaan perusahaan, medis dan dokumentasi pribadi klien. Claim Analyst juga harus pandai dalam pemecahan masalah dan menguraikannya secara tertulis dan lisan. Dalam semua tugas, mereka harus mematuhi standar dan peraturan keselamatan.
Claim Analyst biasanya bekerja penuh waktu dengan jam kerja biasa yaitu Senin sampai Jumat pada jam kantor. Namun, tidak jarang bagi mereka untuk bekerja lembur di malam hari atau bahkan pada akhir pekan karena pengajuan klaim, korrdinasi dengan pihak medis luar sangat bergantung pada jadwal atau ketersediaan waktu mereka. Biasanya sedikit atau tidak ada perjalanan jarak jauh yang diperlukan.
Jenjang karir dari profesi Claim Analyst berawal dari Staff, Senior atau Supervisor, Assistant Manager, Manager hingga Director. Berdasarkan survei dari Kelly Service, posisi Assistant Manager dengan pendidikan S1 dan pengalaman 3 sampai 5 tahun menerima gaji sebesar minimum 20 juta Rupiah. Posisi Manager dengan janjang pendidikan minimal S1 dan pengalaman kerja diatas 5 tahun menerima gaji minimum 30 juta Rupiah. Dan posisi Director dengan janjang pendidikan minimal S1 dan pengalaman kerja antara 8 hingga 10 tahun memperoleh gaji diangka 70 juta Rupiah.
Bila ingin meniti karir di profesini ini maka disarankan untuk menempuh pendidikan Strata 1 dijurusan yang telah disebutkan diatas. Meskipun beberapa perusahaan tidak memberikan persyaratan pendidikan formal bagi individu yang ingin menjadi Claim Analyst, gelar sarjana dapat membantu. Setelah diterima pada sebuah perusahaan asuransi, langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah mengikuti program pelatihan atau On-the-Job Training (OJT) dengan tekun. Sebagian besar analis klaim lebih mengembangkan keterampilan mereka melalui program on-the-job training. Pelatihan ini mungkin melibatkan bekerja dengan seorang supervisor pada serangkaian klaim. Sebagai contoh, seorang Claim Analyst pada produk asuransi mobil mengerjakan klaim kecil dan memperkirakan biaya kerusakan dengan bantuan supervisor. Setelah supervisor merasa bahwa Claim Analyst tersebut telah memahami tanggung jawab dan tugasnya, ia akan mempertimbangkan peserta pelatihan atau OJT bekerja tanpa pengawasan. Periode pelatihan dapat berlangsung selama beberapa bulan tetapi mungkin lebih pendek bagi trainee yang berkembang dengan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *