Daftar Keahlian, Pendidikan dan Syarat Menjadi Desainer Grafis

By | 19/01/2017

Seorang desainer grafis atau istilahnya dalam bahasa inggris yaitu graphic designer, bekerja pada berbagai produk dan kegiatan, seperti website, iklan, buku, majalah, poster, game komputer, kemasan produk, pameran dan display serta pemasaran perusahaan. Para desainer grafis menciptakan tampilan dari sebuah brand atau merek organisasi. Desainer grafis juga bisa bekerja dalam jangka waktu yang singkat sesuai yang disepakati dengan klien. Desainer grafis menuntut bakat kreatif, up-to-date dengan aplikasi atau software diindustri desain dan sikap profesional terhadap waktu, biaya dan kualitas.
Berikut ini hal-hal yang biasanya dikerjakan oleh desainer grafis:
– Memenuhi permintaan klien atau atasan untuk menentukan ruang lingkup proyek desain
– Memberi saran kepada klien untuk menyusun strategi menampilkan desain yang menjangkau khalayak tertentu
– Menentukan pesan yang akan disampaikan melalui gambaran atau tampilan desain
– Membuat gambar yang mengidentifikasi produk atau menyampaikan pesan tertentu
– Mengembangkan grafis untuk ilustrasi produk, logo, dan situs web
– Memilih warna, gambar, teks, dan tata letak atau layout
– Merevisi atau merubah gambaran atau tampilan desain sesuai rekomendasi klien
– Mereview desain sebelum masuk ke tahp percetakan atau publikasi
Desainer grafis menggabungkan seni dan teknologi untuk mengkomunikasikan gagasan melalui gambar dan tata letak desain pada halaman yang dicetak atau diterbitkan secara online. Desainer grafis mungkin menggunakan berbagai elemen desain untuk mencapai efek artistik atau dekoratif.
Desainer grafis bekerja dengan teks dan gambar. Mereka sering memilih jenis, font, ukuran, warna, dan panjang headline, judul, dan teks. Desainer grafis juga memutuskan bagaimana gambar dan teks akan dicetak atau diterbitkan pada halaman web. Bila menyusun teks pada tahap layouting, desainer grafis bekerja sama erat dengan para penulis atau editor yang memilih kata-kata dan memutuskan apakah kata-kata yang mana yang akan dimasukkan ke dalam paragraf, quote box atau tabel. Melalui penggunaan gambar, teks, dan warna, desainer grafis dapat mengubah data statistik ke dalam grafis visual dan diagram, yang dapat membuat ide-ide yang kompleks lebih mudah dilihat dan diterjemahkan.
Desainer grafis adalah posisi yang penting dalam penjualan dan pemasaran produk, dan merupakan komponen penting dari pembuatan brosur dan logo. Oleh karena itu, desainer grafis, juga disebut sebagai seniman atau desainer komunikasi grafis, sering bekerja sama dengan orang-orang dalam iklan dan promosi, hubungan masyarakat, dan pemasaran.
Sering kali, ada desainer spesialis dalam kategori atau jenis klien tertentu. Sebagai contoh, beberapa desainer grafis menciptakan gambaran atau tampilan yang digunakan dalam kemasan/packaging untuk berbagai jenis produk ritel, ada juga yang menciptakan tampilan untuk fashion, buku atau furniture.
Desainer grafis pada umumnya bekerja di studio di mana mereka memiliki akses ke seperangkat file perusahaan yang menjadi materi pembuatan grafis, komputer, dan perangkat lunak yang diperlukan untuk membuat desain. Meskipun banyak desainer grafis bekerja secara independen, namun ada juga yang bekerja untuk perusahaan khusus desain grafis. Beberapa desainer grafis juga ada yang bekerja dengan sistem telecommute atau remote. Kebanyakan desainer grafis bekerja penuh waktu, tetapi jadwal kerja mereka dapat bervariasi tergantung pada beban kerja dan tenggat waktu.
Di Indonesia, pendidikan desain grafis diselenggarakan baik secara formal maupun informal. Formal, ada jenjang pendidikan SMK Multimedia dan SMK Komunikasi dan Visual, untuk jenjang perkuliahan baik diploma maupun strata ada jurusan Desain Komunikasi Visual. Jurusan Desain Komunikasi Visual atau biasa disingkat DKV cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu (tujuan informasi ataupun tujuan persuasi yaitu mempengaruhi perilaku). Yang menarik dari sini adalah seorang sarjana DKV harus bisa mengolah pesan tersebut secara efektif, informatif dan komunikatif.
Pada jurusan DKV, biasanya setelah melalui berbagai mata kuliah dasar komunikasi visual, pada semester 6, mahasiswa akan dijuruskan pada 3 jalur minat program studi, yaitu:
– Komunikasi Grafis
– Visual Periklanan
– Komunikasi Multimedia
Pada dasarnya Komunikasi Grafis dan Komunikasi Visual Periklanan mengolah bahasa visual pada media statis / diam. Kemampuan komunikasi, tipografi, ilustrasi, fotografi menjadi faktor yang harus dikuasai. Desainer Grafis mampu membuat logo, desain majalah / surat kabar, rambu (sign system), desain kemasan, paket promosi produk dan lain-lain dengan keahliannya tersebut.
Desainer Iklan mampu bermain visual dengan menarik dan efisien untuk tujuan persuasi. Mengemas citra sebuah produk / program / kampanye dengan bahasa visual yang baik, yang bermuara pada perubahan perilaku sasaran yang dituju.
Sementara Komunikasi Multimedia mengarah pada media dinamis berbasis waktu dan suara (audio). Animasi, desain web, media interaktif hingga peyutradaraan film adalah contoh pekerjaan desainer multimedia. Dasar-dasar komunikasi visual teraplikasikan secara dinamis dalam karya multimedia.
Daftar keterampilan yang biasanya disyaratkan oleh perusahaan pada lowongan desainer grafis:
– Menguasai aplikasi dan software desain tertentu termasuk foto-editing
– Memiliki kreativitas dan inovasi yang baik
– Memiliki manajemen waktu yang sangat baik dan mampu bekerja dalam organisasi
– Akurat dan memperhatikan detail
– Memahami tren terbaru didunia desain dan peran desain dalam hubungannya dengan komersial, penjualan dan pemasaranBersikap profesional terhadap waktu, biaya dan kualitas
Prospek kerja setelah lulus dari program studi Desain Komunikasi Visual ini sangat beragam, tergantung pada minat dan keahlian, diantaranya :
– Sebagai wirausaha maupun freelancer : desainer grafis, ilustrator, fotografer, animator, web designer dsb.Biro konsultan desain (graphic house)
– Biro iklan (advertising)
– Rumah produksi (production house)
– Percetakan dan penerbitan.
– Hubungan Masyarakat (public relation) lembaga swasta dan pemerintah.
– Lembaga Merek
– Perusahaan Multimedia termasuk industri game dan pengembangan web
– Perusahaan televisi dan penyiaran
– Perusahaan di industri kemasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *