Kualifikasi, Tanggung Jawab dan Jenjang Karir Profesi Akuntan di Indonesia

By | 21/12/2016

Akuntan adalah posisi kerja disuatu organisasi atau perusahaan untuk melakukan administrasi rekening, mengaudit rekening dan memberikan nasihat keuangan. Informasi keuangan yang dihasilkan oleh seorang akuntan akan berguna untuk perencanaan, pengenalian dan pertanggungjawaban. Akuntan dapat mengkhususkan diri di daerah tertentu seperti audit, konsultasi manajemen, penyesuaian, akuntansi forensik, perpajakan, jaminan, dan keuangan perusahaan.
Pada umumnya, tugas dan tanggung jawab akuntan termasuk:

  • Membuat dan mengatur transaksi keuangan serta melakukan pembukuan
  • Perhitungan gaji dan pengendalian pendapatan dan pengeluaran perusahaan
  • Membuat informasi audit keuangan
  • Membuat dan menganalisa laporan dan anggaran bisnis
  • Menganalisa resiko berdasarkan laporan dan anggaran bisnis
  • Menangani kasus-kasus defisit dan kepailitan
  • Menghitung pajak yang terutang, mempersiapkan pembayaran pajak, memastikan pembayaran sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan hukum
  • Mengaudit transaksi keuangan sesuai prosedur pengendalian akuntansi
  • Menjaga informasi rahasia dan mengamankan catatan rekening

Pekerjaan profesi ini cenderung berbasis di kantor dengan jam kerja regular. Berkutat dengan angka dan pencatatan detail membutuhkan seseorang dengan pribadi yang terorganisir dan terstruktur. Seorang akuntan diandalkan perusahaan untuk menciptakan sistem informasi yang memiliki struktur yang mudah diikuti karyawan dari lini manajemen, pimpinan, pemegang saham dan pengambil keputusan.
Profesi akuntan di Indonesia secara umum meminta qualifikasi pendidikan Diploma atau Strata 1 jurusan akuntansi, bisnis atau ekonomi. Setelah mendapat pekerjaan ini, pada saat pelatihan, pekerja harus menyelesaikan tiga tahun pengalaman kerja. Jadi, bisa jadi nilai lebih bila seseorang lulus dengan bekal pengalaman magang atau sertifikasi yang diakui secara nasional.
Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa jenis sertifikasi akuntan di Indonesia:
Certified Public Accounting (CPA)
Merupakan sertifikasi akuntan publik di Indonesia yang diselenggarakan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).
Certified Internal Accounting (CIA)
CIA adalah sertifikasi internal auditor yang diterima global. Sertifikasi ini merupakan standar umum untuk menjalankan profesi internla audit.
Certified Professional Management Accountant (CPMA)
Serifikasi CPMA dikeluarkan oleh Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI).
Certified Information System Auditor (CISA)
CISA adalah sertifikasi untuk profesi auditor Sistem Informasi yang diakui di kalangan Internasional.
Bersertifikat Konsultan Pajak (BAP)
BAP adalah gelar bagi peserta yang telah lulus Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP) yang diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI).
Sertifikasi PSAK (SPSAK)
Tujuan sertifikasi ini adalah mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Sertifikasi ini diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Melangkah lebih jauh, seorang akuntan dapat diklasifikasikan pada tipe-tipe dibawah ini:
Akuntan Publik
Profesi ini memiliki tipe klien tersendiri, klien mereka termasuk perusahaan, pemerintah dan individu. Mereka memenuhi berbagai tugas akuntansi, audit, pajak, dan konsultasi.
Akuntan Manajemen
Akuntan Manajemen juga disebut akuntan biaya, manajerial, akuntan perusahaan atau akuntan pribadi. Profesi ini merekam dan menganalisis informasi keuangan dari klien di mana mereka bekerja, dan menyediakan informasi akuntansi untuk penggunaan internal oleh manajer, bukan masyarakat.
Sarjana Akuntansi dengan sertifikasi CPA
Profesi ini bekerja di pemerintahan untuk menjaga dan memeriksa catatan instansi pemerintah, mengaudit perusahaan swasta dan individu yang kegiatannya berada di bawah peraturan pemerintah atau perpajakan. Profesi ini juga bisa menjadi auditor pemerintah untuk memerika keuangan bada pemerintah atau perusahaan swasta yang ditunjuk pemerintah.
Ada jenjang karir di bidang akuntansi untuk baik lulusan universitas maupun SMK. Agar dapat mahir dalam bidang ini setidaknya memakan tiga tahun pengalaman kerja. Jadi, pengalaman magang yang relevan sangat penting karena bisa dipertimbangkan oleh perusahaan pencari tenaga kerja. Biasanya, akuntan dan auditor bekerja di kantor, meskipun beberapa bekerja dari rumah. Sedangkan auditor kemungkinan akan melakukan perjalanan ke tempat kerja klien mereka.
Mereka yang berprestasi dapat menjadi supervisor, manajer atau mitra. Akuntan juga dapat membuka kantor akuntan publik mereka sendiri, atau transfer ke posisi manajemen dan internal perusahaan swasta.
Akuntan juga dapat menjadi seorang akuntan spesialis, tergantung pada jenis klien yang mereka layani atau jenis pasar yang mereka layani. Dengan profesi akuntan spesialisasi, orang tersebut memiliki tigas dan kewenangan untuk meningkatkan kualitas atau informasi akuntansi bagi mereka yang berada dalam posisi pengambilan keputusan atau (disebut juga tim manajemen atau tim manajemen risiko). Akuntan juga dapat mengkhususkan diri pada industri tertentu, contohnya pada industri kesehatan, ritel, pertambangan dan lainnya.
Karir pada akuntansi sering dimulai sebagai staf akuntan biaya atau auditor internal junior atau associate accountant. Profesi ini dapat terus naik dengan syarat prestasi dan sertifikasi menuju posisi manajer akuntansi, kepala biaya akuntan, direktur anggaran atau manajer audit internal. Namun tidak menutup kemungkinan bila menuju posisi akuntan pengendalian, bendahara, wakil presiden keuangan, petugas keuangan kepala (CFO) atau presiden perusahaan.
Sedangkan gaji untuk seorang staf akuntan sangat bervariasi sesuai dengan besar kecil perusahaan dan UMR setempat. Namun survei dari Kelly Service mengungkapkan bahwa untuk posisi staf akuntan dapat meraih gaji diangka 7 juta dengan minimal pendidikan strata 1 dan pengalaman selama 3 hingga 5 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *