Ketahui Syarat dan Job Deskripsi HR Generalist untuk Career Path HR Anda

By | 21/12/2016

Departemen Human Resource atau Personalia atau Sumber Daya Manusia memiliki fungsi yang luas dalam rangka pengelolaan karyawan. Pada suatu lowongan pekerjaan, kita bisa memperkirakan jumlah karyawan dan kompleksitas administrasi karyawan dari job deskripsi dan nama posisi HR yang diiklankan. Bila posisinya cukup spesifik seperti C&B Specialist, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut memiliki banyak karyawan dan banyak divisi. Berbeda lagi dengan posisi HR Generalist, biasanya profesi ini merangkum semua kerja HR mulai dari rekrutmen, pembuatan kontrak, administrasi sehari-hari, pelayanan asuransi sampai perhitungan gaji dan pemberhentian kerja.
HR Generalist bertanggung jawab untuk melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan SDM. Posisi ini bertanggungjawab di bidang fungsional berikut ini: administrasi, hubungan karyawan, pelatihan, manajemen kinerja, orientasi, implementasi kebijakan, perekrutan, monitoring dan memastikan operational perusahaan berjalan sesuai SOP dan hukum nasional.
Lebih rincinya, HR Generalist berfungsi sebagai berikut:

  • Perekrutan, pelatihan dan pengembangan karyawan
  • Administrasi presensi, keterlambatan dan overtime
  • Perhitungan gaji, pensiun dan tunjangan
  • Merancang job deskrip karyawan bersama manajer/supervisor terkait
  • Menjaga keselamatan kerja dan operational kerja karyawan
  • Menasihati lini manajer dan karyawan sehubungan dengan hukum ketenagakerjaan dan kebijakan perusahaan
  • Negosiasi gaji, kontrak dan kondisi kerja

Dalam prakteknya, seorang HR Generalist bisa diwajibkan untuk membuat suatu sistem administrasi personalia atau yang lebih dikenal dengan HRIS dengan aplikasi Microsoft Excel. Atau menggunakan web-based sistem yang terintegrasi. Bisa juga menggunakan software outsource seperti Infor CloudSuite HCM, Workday Human Capital, Oracle HCM atau yang lainnya. Jadi, pada saat pencari kerja melamar profesi ini, sangat disarankan untuk membekali diri dengan pengetahuan teknis ini dan bersiap mendemonstrasikan didepan para rekruter.
Untuk mendapatkan pekerjaan ini, dibutuhkan pendidikan diploma atau yang lebih tinggi dengan jurusan yang relevan seperti manajemen, SDM atau bisnis. Mungkin pencari kerja akrab dengan syarat S1 Psikologi, namun bagi posisi HR Generalist, pendidikan setara manajemen dan bisnis juga mampu mengemban tugas dan kewajiban pekerjaan ini.
Peran dan tanggung jawab HR Generalist bervariasi dari atasan ke atasan yang lain. Contohnya dalam pelaporan perhitungan gaji, HR Generalist akan berhubungan dengan Manajer Keuangan dalam rangka konsolidasi dan pembayaran. Namun dalam rangka pengadaan Fingerprint, HR Generalist akan berhubungan dengan teknisi IT kantor.
Data dari Kelly Service Indonesia, HR Generalist dengan pendidikan S1 dan pengalaman kerja 5 hingga 10 tahun mendapatkan gaji minimal Rp 8.500.000,- per bulan. Tentu didukung faktor besar kecil perusahaan. Untuk mencapai digit ini, sangat disarankan pencari kerja memiliki pengalaman magang dan sertifikasi.
Di Indonesia, sudah sangat banyak program training dan sertifikasi HR. Salah satunya adalah CHRP (CERTIFIED HUMAN RESOURCE PROFESSIONAL). Program CHRP dirancang sebagai one-stop-point untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan praktis pengelolaan sumberdaya manusia di perusahaan yang meliputi: Human Resources Development, Compensation & Benefit, Industrial Relations, dan Human Resources Supplements. Untuk bisa mendapatkan sertifikat, peserta harus lulus uji kompetensi melalui ujian tertulis, dan membuat makalah dengan bimbingan langsung fasilitator yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Kesuksesan seorang HR Generalist dalam kurun waktu tertentu akan membuat pengemban posisi ini mampu mengorganisir karyawan dan membangun networking. Setelah HR Generalist, promosi selanjutnya biasanya adalah HR Supervisor yang membawahi beberapa HR Generalist. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa HR Generalist nantinya akan dipercaya untuk mengembang satu posisi khusus misalnya Recruitment Specialist. Career path ini tentu saja didukung dari riwayat performa kerja dan komitmen karyawan. Setelah seseorang menjadi Specialist, maka selanjutnya adalah Supervisor of Division XYZ pada departemen HR. Dengan jabatan ini, seseorang sudah memiliki otoritas atau kewenangan yang jauh lebih tinggi misalnya berkewengangan membuat SOP dan kebijakan perusahaan. Berkewenangan merancang man power plan. Memiliki suara saat pengambilan keputusan di area manajemen atau strategi perusahaan lainnya. Berkewenangan atas keputusan alokasi, relokasi, pemecatan dan pengangkatan pegawai.
Dalam dunia personalia atau sumber daya manusia ada pertentangan mengenai apakah kepribadian tertentu mampu membuat satu orang lebih efektif daripada lainnya dalam profesionalnya. Namun secara umum, HR Generalist membutuhkan orang-orang dengan pribadi yang memiliki rasa empati, intuitif, kooperatif dan tinggi dalam emotional intelligence. Satu paket ini berfungsi karena profesi HR Generalist akan melayani berbagai tipe karyawan yang belum tentu memiliki prioritas, budaya dan prinsip yang sama. Jika Anda berpikir tentang mengejar karir di bidang sumber daya manusia, Anda harus mencatat bahwa memilih untuk menjadi seorang manajer sumber daya manusia dapat menjadi pribadi memenuhi dan profesional bermanfaat. Sekarang bahwa Anda memiliki pemahaman dasar mengenai ciri-ciri dari seorang manajer sumber daya manusia yang baik, Anda dapat memutuskan apakah kepribadian Anda sendiri kondusif untuk mengejar jalan kejuruan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *